10Tarian Tradisional Daerah Sulawesi Tenggara, Gambar dan Penjelasannya Oleh silontong Diposting pada Oktober 10, 2018 Tarian tradisional daerah Sulawesi Tenggara merupakan budaya Indonesia yang harus terus ada sampai kapan pun juga. Dari Sabang sampai Merauke, beraneka ragam seni tari yang dimiliki sebagai khazanah kekayaan budaya. AdapunTari Legong yang cukup populer adalah Legong Lasem (Kraton) yang dimainkan oleh dua orang legong dan seorang condong. Selain ini, ada Tari Legong Jobog, Ledog Bawa, Kuntul, Sudarsana, Smaradahana dan lain-lain. 5. Tari Bungong Jeumpa (Aceh) Sumber Gambar: Mengenal Indonesia Pakaianadat Sulawesi Barat dari berbagai suku spt: Suku Mandar, Suku Toraja dll. mengandung makna yang dalam. Berikut ini gambar pakaian adat suku Mandar dan penjelasannya. atau tarian, para wanita di Toraja yang terlibat dalam kegiatan tersebut juga mengenakan baju Pokko dengan dipadukan beberapa macam aksesoris. Kain Tenun Khas 9 Tari Katrili. Sebagian dari kamu mungkin tahu bahwa tanah Sulawesi juga pernah disinggahi oleh bangsa Spanyol yang berniat membeli rempah-rempah. Tari Katrili inilah salah satu peninggalan bangsa Spanyol tersebut. Penari menari berpasang-pasangan dengan setelan jas dan gaun cantik berwarna-warni. Vay Nhanh Fast Money. Tarian Sulawesi Selatan – Sulawesi Selatan memiliki penduduk serta latar belakang heterogen seperti Suku Bugis, Suku Mandar dan Suku Makassar yang sangat dominan. Setiap suku tersebut juga punya ciri khas adat istiadat serta kebudayaan yang berbeda beda. Dikatakan jika ada 316 jenis tarian adat Sulawesi Selatan. 98 tarian merupakan tarian Bugis, 66 tarian Makasar, 116 tarian Mandar dan 36 tarian Toraja. Agar lebih jelas, berikut kami berikan beberapa tari Sulawesi Selatan yang paling terkenal. Daftar Nama Tarian Sulawesi SelatanTari ManimbongTari Pa’gelluTari PakarenaTari PattennungTari Ma’randingTari Ma’badongTari Pa’pangnganTari Gandrang BuloTari BosaraTari Pajoge Tari Manimbong Tarian adat Sulawesi Selatan adalah tari manimbong yang hanya dipertunjukkan ketika upacara adat Rambu Tuka. Para penari adalah pria yang merupakan bentuk ungkapan rasa syukur pada Tuhan. Dalam pertunjukannya, tarian Sulawesi Selatan ini menggunakan kostum pakaian adat khusus bernama Baju Pokko serta Seppa Tallu Buku serta selempang kain antik. Para penari nantinya juga akan membawa parang kuno atau la’bo penai serta tameng bundar kecil bermotif ukiran khas Toraja. Tari Pa’gellu Tari Pa’gellu adalah tarian dari Sulawesi Selatan khususnya Tana Toraja yang biasanya tampil sebagai rangkaian upacara adat Pa’gellu atau ma’gellu yang berarti menari dengan gembira, sambil menggoyangkan tangan dan badan dengan gemulai, meliuk liuk lenggak lenggok. Tarian ini bertujuan untuk menghibur penonton sekaligus menjadi ungkapan rasa gembira dan sukacita. Gerakan dari tarian Sulawesi Selatan ini menceritakan semangat, keseimbangan sopan santun dan kebersamaan. Untuk upacara rambu tuka atau syukuran akan ditampilkan tari pa’gellu dengan meriah. Sedangkan untuk upacara kematian rambu solo maka menjadi tabu untuk ditampilkan. Tari Pakarena Tari pakarena merupakan tarian daerah Sulawesi Selatan yang diiringi dengan dua kepala gandrang atau drum serta sepasang instrumen alat musik seperti puik puik atau suling. Tari ini pertama kali ada di abad ke-17 tahun 1903 pada saat Panali Patta Raja dilantik menjadi Raja Gantarang Lalang Bata. Meski memang tidak ada data pasti kemunculan tarian ini, namun masyarakat setempat beranggapan jika tari ini memiliki hubungan dengan Tumanurung. Dalam kepercayaan masyarakat, Tumanurung merupakan bidadari yang turun dari langit. Tumanurung ini memiliki tugas untuk memberikan petunjuk bagi manusia di bumi. Tari Pattennung Ini merupakan tarian yang berasal dari Sulawesi Selatan yang berkisah tentang wanita Sulawesi Selatan ketika sedang menenun. Tari pattennung juga menggambarkan kesabaran serta ketekunan para wanita Toraja dalam menenun benang hingga akhirnya membentuk kain. Tarian Sulawesi Selatan ini memakai pakaian khas yakni baju bodo panjang, lipaq sabbe atau sarung, curak lakba, rante ma’bule, pontoyang dan juga hiasan bangkara serta properti berupa sarung lempar. Ketika tarian ini dilakukan, maka akan diiringi juga dengan alat musik tradisional seperti gendang dan juga suling. Tari Ma’randing Tarian khas Sulawesi Selatan bernama ma’randing biasanya akan dipentaskan ketika pemakaman besar seperti orang dengan kasta yang tinggi. Penari akan mengenakan pakaian perang tradisional sambil membawa senjata sehingga tari ini merupakan tari perang atau tari patriotik. Kata ma’randing sendiri diambil dari kara randing yang berarti mulia ketika melewatkan. Dalam tarian ini akan diperlihatkan kemampuan menggunakan senjata militer sekaligus memperlihatkan keteguhan hati serta kekuatan seseorang yang sudah meninggal tersebut. Tarian Sulawesi Selatan ini dilakukan beberapa orang yang membawa perisai besar, pedang dan beberapa ornamen lain. Setiap benda tersebut merupakan simbol dengan makna tertentu seperti perisai dari kulit kerbau atau bulalang sebagai simbol kekayaan karena hanya orang kaya yang memiliki kerbau sendiri. Sementara pedang atau la’bo bulange, la’bo pinai, dokter atau la’bo todolo menjadi simbol kesiapan dalam berperang serta keberanian. Tari Ma’badong Tari ma’badong adalah nama tarian Sulawesi Selatan yang biasanya dilakukan pada Rambu Solo atau upacara kematian. Tarian ini dilakukan berkelompok dimana pa’bodong atau peserta akan membentuk lingkaran lalu saling berpegangan dengan mengaitkan jari kelingking mereka. Para pa’badong dalam tarian Sulawesi Selatan ini umumnya merupakan pria dan wanita setengah baya atau orang tua dengan pemimpin badong yakni Indo Badong untuk wanita atau Ambe Badong untuk pria. Pemimpin badong kemudian akan melantunkan Kadong Badong atau syair seperti riwayat hidup dari orang yang baru saja meninggal dari mulai dilahirkan hingga meninggal. Sementara untuk nyanyian akan dilakukan saling berbalas dan gerakan memiliki ritme sesuai dengan syair badong yang sedang dilantunkan. Tari Pa’pangngan Tarian Sulawesi Selatan beserta gambarnya yang akan kami ulas adalah tari pa’pangngan yang umumnya dilakukan para gadis cantik memakai pakaian gelap atau hitam serta ornamen khas Toraja seperti kandaure. Pangngan Ma adalah menari ketika menerima tamu kehormatan sekaligus menyambut kata kata Tana Mo Pangngan Mali’ki, yaitu Kisorong sorong mati Solonna pengkaboro’ki Rande pela’i toda Mala’bi tanda kiala Ki po tannu matoto. Kata pangngan memiliki arti sirih yakni penawaran sirih memperlihatkan jika tamu yang sedang datang tersebut sudah diterima dan dianggap bagian dari mereka. Penawaran ini akan diungkapkan setiap penari secara simbolis dengan memegang pangngan atau sirih. Sepanjang tarian dilakukan, maka pangngan atau sirih itu akan ditempatkan dalam kantong di depan mereka. Tari Gandrang Bulo Nama tarian dari Sulawesi Selatan ini adalah tari gandrang bulo yang berasal dari dua kata yakni gandrang dan bulo. Gandrang memiliki arti pukulan atau tabuhan dan bulo memiliki arti bambu. Tarian ini biasa ditampilkan beberapa orang dengan suasana ramai dan ceria diiringi tabuan gendang dan tabuan bambu. Ketika ditampilkan, biasanya akan diberikan dialog kritis namun sangat menghibur seperti masalah sosial, politik dan juga budaya. Tarian Sulawesi Selatan ini biasanya digunakan seniman untuk mengeluarkan keluh kesah mengenai sesuatu yang juga sering digunakan masyarakat untuk merespon kondisi sosial di sekitar. Tari Bosara Tari bosara merupakan tarian asal Sulawesi Selatan yang diperuntukkan menyambut tamu kehormatan. Dari sejarah, tari ini biasa dilakukan pada acara penting menjamu raja dengan suguhan kue sebanyak 2 kasera. Tari ini juga sering ditampilkan ketika menyambut tamu aging, pesta kebiasaan serta pesta kawin sehingga seringkali dipertunjukkan untuk ucapan rasa syukur, hormat dan menyambut kehadiran tamu. Tari Pajoge Tarian Sulawesi Selatan ini biasanya diperlihatkan di istana atau kediaman kalangan ningrat. Para penari sendiri adalah gadis dari kalangan rakyat biasa yang berguna sebagai tari hiburan para pria. Penonton dari kalangan ningrat akan duduk membentuk lingkaran dan penari kemudian menari secara melingkar sambil menyanyi dan mencari pasangan di tengah penonton. Ketika sudah menemukan pasangan, penari tersebut akan memberikan daun sirih pada pria yang sudah dipilih dan pria tersebut akan ikut menari bersama gadis tersebut. Untuk itulah, tari pajoge ini dijadikan sebagai tarian hiburan sekaligus media penghubung antara raja dan rakyat agar hubungan bisa semakin dekat dan raja semakin dicintai rakyatnya. Dari catatan sejarah, tarian ini sudah ada sejak Kerajaan Bone dan ada juga yang mengatakan sudah ada sejak abad ke-VII. Umumnya penari yang dipilih memiliki paras cantik dan mempunyai kelebihan yang bisa menarik perhatian baik raja atau rakyat. Para penonton nantinya diberikan kesempatan untuk Mappasompe pada salah satu Pajoge yang ia inginkan. Selain itu, ketentuan dalam tarian ini adalah setiap pria yang ingin Mappasompe maka harus memberikan uang atau benda lain. Tarian Sulawesi Utara – Sulawesi Utara merupakan provinsi yang memiliki suku dan etnis beragam seperti 4 suku mayoritas Suku Gorontalo, Suku Minahasa, Suku Sangihe Talaud dan juga Suku Bolaang Mangondow. Ada begitu banyak warisan budaya yang bisa diangkat dari daerah ini, namun dalam kesempatan ini akan kami jelaskan tentang beberapa tarian khas serta gambar tarian Sulawesi Utara untuk menambah wawasan anda seputar wawasan nusantara. Daftar Nama Tarian Sulawesi UtaraTari KabasaranTari KatriliTari MahambakTari TumatendenTari TatangesanTari PasasanggaramaTari MokosambeTari MaengketTari Gunde Tari Kabasaran Tari kabasaran merupakan tarian Sulawesi utara jenis tarian perang masyarakat Minahasa. Tari ini umumnya dilakukan para penari pria memakai baju perang lengkap dengan senjata seperti tombak, perisai dan juga pedang. Dari catatan sejarah, tarian daerah Sulawesi utara ini sering dilakukan prajurit Minahasa sebelum atau sepulang dari berperang. Para penarinya sendiri harus keturunan penari kabasaran sebelumnya sebab keluarga penari umumnya mempunyai senjata khusus yang akan diwariskan turun menurun. Karena sifat tari yang sakral, maka tari kabasaran tidak bisa dilakukan oleh orang sembarangan. Untuk sekarang, tari ini dikembangkan menjadi tari pada upacara adat, penyambutan dan juga acara budaya lain seperti penghormatan pada leluhur yang sudah gugur di medan perang. Nama tarian ini memiliki arti ayam jantan dimana bagi masyarakat Minahasa, ayam jantan adalah simbol keberanian atau kejantanan. Ini bisa dilihat dari wajah para penari yang menampilkan ekspresi garang dan gagah berani. Kata wasal yang disebut dengan kawasalan berarti menari seperti ayam jantan ketika sedang bertarung. Dengan berkembangnya bahasa Melayu Manado, maka kawasalan berubah menjadi kata kabasaran yang juga memiliki arti sama. Tari Katrili Tari katrili yang merupakan tarian dari Sulawesi Utara ini masuk dalam jenis tari pergaulan atau tari hiburan. Tarian akan dilakukan pria dan wanita yang menjadi perpaduan dari budaya Eropa dengan budaya Minahasa sehingga jika dilihat tampak seperti tarian modern namun sudah ada sejak dulu. Tari katrili menurut sejarah sudah ada sejak bangsa Spanyol dan Portugis datang ke Sulawesi Utara untuk membeli hasil bumi. Karena hasil yang didapat sangat banyak, maka mereka merayakannya dengan menggelar pesta meriah serta tarian berpasangan antara pria dan wanita. Mereka juga mengajak pribumi khususnya Suku Minahasa untuk ikut dalam perayaan dan semakin lama menjadi kebiasaan para masyarakat meski bangsa Spanyol dan Portugis sudah pergi sehingga tercipta tari katrili yang diambil dari bahasa Eropa Quadrille. Tari Mahambak Tari mahambak merupakan tari tradisional anak Suku Bantik yang bersifat massal dan dilakukan penari pria dan wanita. Dalam tarian tradisional Sulawesi utara ini, para penari akan melakukan gerakan yang khas diiringi dengan nyanyian adat bertema persatuan dan kerukunan masyarakat Suku Bantik. Suku Bantik menurut sejarah terpencar di beberapa daerah Sulawesi Utara seperti Molas, Malalayang, Boyong serta daerah lain. Media komunikasi yang sulit saat itu membuat pertemuan menjadi hal yang berharga dan dirayakan dengan menari tarian mahambak. Tarian mahambak memiliki arti bergembira dan bersukacita yang juga mengandung nilai persatuan dan kebersamaan. Tari Tumatenden Nama tarian Sulawesi Utara selanjutnya adalah tari tumatenden yang diangkat dari cerita rakyat Minahasa. Tarian ini bercerita tentang kisah cinta seorang petani dengan bidadari yang kemudian dikemas dalam bentuk tarian diiringi dengan musik tradisional tanpa dialog. Jika dilihat dari fungsi, tarian ini berguna sebagai hiburan atau pertunjukkan masyarakat, Gerakan dalam tarian memberi gambaran tentang kehidupan dalam cerita sehingga bisa lebih mudah dimengerti sekaligus dinikmati. Tari Tatangesan Tari tatangesan adalah tarian di Sulawesi Utara yang bercerita tentang perjuangan masyarakat desa ketika melawan bajak laut Mindanou yang datang dari perairan Filipina. Bajak laut tersebut sering mengganggu aktivitas masyarakat sehingga semangat untuk melawan para bajak laut dikobarkan dengan syair dan lagu berjudul kiting kiting. Gerakan dalam tarian ini merupakan perpaduan unsur nilai sejarah dengan tradisi kebudayaan masyarakat Minahasa yang dituang dalam 9 karakteristik gerakan berpadu dengan musik etnis khas Minahasa dengan pola komposisi dasar 3 nada. Tarian biasanya dilakukan 9 orang atau lebih oleh wanita dan pria dengan iringan alat musik seperti suling bambu, kolintang, tambur, momongan dan juga tetengkoren. Tari Pasasanggarama Ini merupakan tarian di Sulawesi utara yang lebih tepatnya berasal dari Kabupaten Talaud. Tarian tradisional ini diangkat dari cerita masyarakat Talaud untuk menggambarkan tatanan hidup sosial dulu kala sehingga terkenal dengan semboyan kebersamaan, sansiote sampate pate”. Unsur kebersamaan kemudian diekspresikan dalam gerakan dari para penari beserta musiknya. Kata pasasanggarama sendiri berarti saling memberikan tumpangan antara yang satu dengan yang lain. Ketika ditampilkan, tarian Sulawesi utara ini dilakukan 24 pasang pria dan wanita yang diiringi alat musik tradisional seperti tambur, gitar dan keroncong. Tari Mokosambe Tarian asal Sulawesi Utara ini berasal dari Bolaang Mengondow yang diciptakan Hazard Simanon dan sumbe cerita rakyat Bapak Bernard Ginupit. Tarian ini diangkat dari kisah 7 putri atau bidadari yang turun dari khayangan untuk mandi di lereng Gunung Kamasaan di Kec. Sang Tombolang Bolaang Mongondow. Salah satu sayap dari putri tersebut direbut putra Raja bernama Mokosambe sehingga putri bernama Bua Poyandi tidak bisa kembali ke khayangan. Putri kemudian dipersunting Mokosambe dan ada juga penghuni goa yang ternyata memiliki niat sama untuk mempersunting putri bungsu dan akhirnya kisah tersebut dijadikan sebuah tari bernama tari mokosambe. Tari Maengket Tarian maengket Sulawesi Utara lebih tepatnya berasal dari Manado dimana maengket berarti engket yakni mengangkat tumit kaki naik turun. Dengan tambahan ma di depan kata engket, maka bisa diartikan sebagai menari dengan naik dan turun. Ini menjadi tarian tradisi masyarakat Minahasa yang masih ada hingga sekarang dan sudah dikenal sejak masyarakat Minahasa mengenal pertanian. Dulu tari ini dilakukan ketika panen sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan. Tari maengket terdiri dari 3 babak yakni Maowey Kamberu, Marambak dan juga Lalayaan. Maowey kamberu merupakan tarian yang dilakukan untuk ucapan syukur atas panen berlimpah. Sedangkan marambak merupakan tarian yang memperlihatkan semangat bergotong royong sekaligus menjadi lambang muda mudi Minahasa yang sedang mencari pasangan. Tari Gunde Tari gunde merupakan tarian Sulawesi utara lebih tepatnya dari daerah Sangihe yang biasa ditarikan oleh para wanita dengan gerakan khas serta musik tradisional. Dalam bahasa setempat, gunde memiliki arti pelan atau lambat yang terlihat dari gerakan lemah gemulai dalam tarian ini sebagai lambang kesucian dan kelembutan seorang wanita. Untuk masyarakat Sangihe, tarian ini menjadi tarian yang sakral dan memiliki filosofi tersendiri untuk mereka. Dulu tarian ini digunakan untuk penyembahan pada Genggona Langi yakni sang pencipta alam yang juga menjadi tarian istana karena sering dipertunjukkan di lingkungan istana. Para penari akan melewati proses seleksi sehingga hanya penari terbaik yang bis menarikan tarian daerah Sulawesi Utara ini dan harus masih gadis. Para penari nantinya akan memakai busana adat yang disebut dengan Laku Tepu terdiri dari baju panjang dan kain sarung khas Sangihe. Untuk rambut akan digelung dan dihiasi dengan mahkota kecil. Sementara untuk aksesoris menggunakan anting, gelang, kalung dan kain selempang serta membawa sapu tangan selama melakukan gerakan tarian. Tarian adat daerah Sulawesi Barat merupakan kekayaan budaya lokal yang harus dijaga keberadaannya. Kesenian tari ini jangan sampai hilang di telan oleh zaman. Kita tahu bahwa sekarang ada banyak budaya asing dalam bentuk gerakan berdatangan sebagai dampak dari globalisasi. Sebagian remaja Indonesia sudah banyak yang terpengaruh yaitu mereka suka dengan budaya luar itu dan tidak percaya diri dengan budaya aslinya. Maka dari itu, melalui informasi tari khas Sulawesi Barat ini, kami yakin bahwa kita harus berbuat sesuatu. Tarian adat Sulawesi Barat ada yang masih bisa bertahan dan ada yang sudah mulai ditinggalkan. Peran pemerintah harus ada dalam menyikapi ini. Pemerintah bisa melalui kebijakannya agar budaya kesenian tari di Sulawesi Barat bisa kembali diminati banyak orang, khususnya warga setempat. Banyak hal bisa dilakukan, salah satunya mengemas budaya tari tersebut menjadi objek wisata sehingga mampu mendatangkan parawisata asing kedaerah yang ibukotanya adalah Mamuju. Atau cara – cara lain bisa dilakukan. Selama ada kemauan, maka disitulah selalu ada jalan jika kita ada keyakinan yang kuat. Bicara tentang seni tari, sedikit kami sampaikan kepada para pembaca, bahwa melalui blog sederhana ini kami sudah menuliskan beberapa tarian daerah, seperti tarian adat Kalimantan Barat dan tarian adat Kalimantan Timur serta tari adat khas Maluku. Kami sangat optimis, jika informasi mengenai tari eksis di internet, maka akan eksis juga di dunia nyata. Oke, tanpa berlama – mala lagi, langsung saja kita akan membahas satu persatu tentang apa saja tarian adat daerah Sulawesi Barat. Simak informasinya berikuti ini. 1. Tari Adat Patuddu 2. Tari Adat Bulu Londong 3. Tari Adat Mappande Banua/Macceraq Banua 4. Tari Adat Salabose Daeng Poralle 5. Tari Adat Toerang Batu 6. Tari Adat Ma’ Bundu 7. Tari Adat Sayang Pattuqduq 8. Tari Adat Bamba Manurung 9. Tari Kipas Majene Gallery 9 Tarian Adat Daerah Sulawesi Barat Beserta Gambar dan PenjelasannyaRelated posts 1. Tari Adat Patuddu Tari Adat Patuddu holobis Tarian daerah Patuddu biasanya dibawakan oleh para penari wanita dengan gerakannya yang lemah gemulai. Alat yang digunakan ialah kipas. Pada zaman dahulu, Tari Patuddu ditampilkan untuk menyambut para prajurit saat pulang dari medan perang. Ketika itu, Kerajaan Balanipa punya cara tersendiri dalam menyambut para pasukan yang pulang dari tempat medan perang, salah satunya adalah dengan menampilkan pertunjukkan Tari Patuddu ini. Fungsi lain Tari Patuddu yaitu tarian penyambutan atau hiburan sehingga tarian ini sering ditampilkan untuk acara penyambutan para tamu terhormat maupun tamu dari kenegaraan. Ada ungkapan syukur yang tersirat pada gerakan tari yang dimainkan. Ekspresi wajah yang gembira dan senyum adalah bukti nyatanya. Selain itu juga dari gerakannya yang lemah lembut menggambarkan sifat wanita yang suci dan juga penuh kasih. 2. Tari Adat Bulu Londong Tari Adat Bulu Londong Youtube Tari adat Bulu Londong merupakan seni tari yang berasal dari daerah Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat. Tarian ini dibawakan oleh para penari pria dengan berpakaian dan bersenjata layaknya para prajurit pada zaman dahulu ketika sedang di medan peperangan. Sama dengan tarian perang lainnya, Tari khas Sulawesi Barat termasuk salah satu tarian yang telah hampir punah. Kemudian, tari Bulu Londong lagi oleh masyarakat dan juga para budayawan. Meski pun tarian ini sudah tidak lagi difungsikan sebagai tarian perang, tapi Tari Bulu Londong sekarang lebih difungsikan sebagai tarian yang sifatnya pertunjukan, sehingga cocok ditampilkan dalam acara seperti penyambutan, perayaan, serta pertunjukan dari seni dan budaya. 3. Tari Adat Mappande Banua/Macceraq Banua Tari Adat Mappande Banua Tarian yang ditampilkan untuk mappande memberi makan, banua kampung tari ini dilaksanakan sebelum ritual pelantikan raja, dengan didahului penyembelihan hewan berupa kerbau yang diambil darah dari daun telinganya untuk dipercikkan ke delapan arah mata angin. Tari ini kental nuansa mistisnya. Tidak tahu apakah saat ini masih eksis dan sering dilakukan oleh masyarakat lokal. 4. Tari Adat Salabose Daeng Poralle Munculnya tari ini kabarnya diilhami dari Salabose, Daeng Poralle, yang merupakan Maraqdia raja pertama yang diangkat untuk memerintah kerajaan Banggae, tarian ini melambangkan perjuangan sang raja saat menghadapi perompak laut dari suku Tidung. Keberanian dan spirit pahlawan dalam berperang sangat terasa pada pertunjukan tari ini. 5. Tari Adat Toerang Batu Tari Adat Toerang Batu Tari Toerang Batu merupakan tarian yang termasuk atau sejenis tarian perang yang berasal dari Provinsi Sulawesi Barat. Pada umumnya, Tarian ini digelar oleh para penari pria sebagai para prajurit, sedangkan para penari wanita hanya sebagai pendukung tari. Dikabarkan, Tari Toerang Batu ini juga hampir punah. Pada zaman dahulu sebelum Tari Toerang Batu ini dimulai, biasanya akan didahului dengan beberapa ritual khusus yang sifatnya sakral, seperti pemberian sesajen serta melakukan doa. Kemudian para prajurit yang akan berperang akan diuji terlebih dahulu dengan cara melompati telur yang telah diletakan diatas batu setinggi satu meter lebih. Prajurit yang dapat lolos dari ujian ini, maka prajurit tersebut akan mengikuti perang, sedangkan bagi prajurit yang tidak lolos akan ditempatkan dibagian logistik pasukan. Kemudian acaranya dilanjutkan dengan Tari Toerang Batu. 6. Tari Adat Ma’ Bundu Tari Adat Ma’ Bundu WordPress Tari adat Ma’Bundu adalah tarian perang yang dikombinasikan dengan beberapa tarian tradisional yang berasal dari Mamuju, Sulawesi Barat, di kecamatan Bonehau dan Kecamatan Kalumpang. Tarian ini berisi pesan tentang sebuah ketangkasan dan kekebalan terhadap senjata-senjata tajam. Mereka dan yang keluar menjadi pemenang akan membawa ulu tau atau penggalan kepala musuh. Umumnya jumlah orang yang ikut dalam tari ini adalah 10 orang. Mereka memakai pakaian adat yakni BEI yang dihiasi oleh beberapa ukir-ukiran yang terbuat dari kerang kecil. Pada bagian kepala memakai topi dengan tanduk dan juga palo-palo. Sedang di bagian tangan memakai gelang potto balussu. Adapun alat yang dijadikan sebagai properti adalah berupa tombak sebagai aksesoris tarian. 7. Tari Adat Sayang Pattuqduq Tari Adat Sayang Pattuqduq Pesonamandar Tari adat Sayang Pattuqduq ialah kesenian tradisional yang berasal dari Mandar, Sulawesi Barat. Kata Saiyyang memiliki arti kuda, sedangkan kata Pattuqdud artinya penari. Bila digabungkan maka akan menjadi kuda yang menari, ahli memainkan gerakan kaki dan juga kepala. Pada umumnya, tarian ini dimainkan pada sebuah acara selametan anak yang telah khatam Al Qur’an, anak tersebut lalu akan menunggang kuda serta diarak keliling kampung. Biasanya kegiatan ini dilaksanakan pada saat peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW, penjemputan tamu kehormatan, dan juga sarana hiburan. 8. Tari Adat Bamba Manurung Tari Adat Bamba Manurung Youtube Tari adat Bamba Manurung ialah sebuah tarian tradisional yang asal daerahnya adalah Mamuju, yang dikenal sebagai ibukota dari provinsi Sulawesi Barat. Biasanya, tari Manurung ini dilaksanakan diacara-acara pesta adat di Mamuju serta dihadapan para tokoh adat dan penghulu. Pada pertunjukannya, mereka yang berperan sebagai penari akan memakai pakaian adat khas Provinsi Sulawesi Barat yakni Baju Badu, dengan aksesoris bunga beru-beru atau bunga melati yang menghiasi dibagian kepala. Untuk propertinya, mereka akan membawa kipas seperti halnya pada tarian Patuddu. 9. Tari Kipas Majene Belum banyak infromasi yang didapatkan terkait dengan tari Kipas Mejen ini. Hanya saja gerakan tarinya bisa dilihat pada video berikut ini. Jika Ada punya informasi tambahan silahkan kabari kami. Atau Anda dapat menulisnya pada kolom komentar. Baca Alat Musik Tradisional Indonesia Akhirnya, kerja keras ini selesai sudah. Butuh waktu dan konsentrasi untuk selesaikan artikel yang berjudul tarian adat daerah Sulawesi Barat ini. Semoga bermnafaat kepada para pembaca. Gallery 9 Tarian Adat Daerah Sulawesi Barat Beserta Gambar dan Penjelasannya Tarian tradisional daerah Sulawesi Barat Slulbar merupakan bagian budaya dan kesenian Indonesia yang tidak bisa dipisahkan oleh siapapun dan bagaimanpun. Tari adat Sulbar harus terus mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, khususnya pemerintah, baik pusat dan pemerintah daerah setempat di tingkat propinsi dan kabupaten/kota. Mamuju yang merupakan ibukota porpinsi Sulawesi Barat adalah tempat strategis untuk terus mensosialisasikan tarian tradisional sebagai khazanah dan kearifan lokal. Bisa disosialisasikan dalam dalam tingkatan lokal, nasional bahkan internasional. Dengan begitu, tidak akan ada negara lain yang akan mengklaim tarian Sulawesi Barat sebagai milik mereka. Karena sudah kuat dalam posisi hukum internasional. Baca Rumah Adat Sulawesi Tengah Ada beberapa tarian asal Sulawesi Barat yang harus kita kenali bersama melalui pemaparan berikut ini. Tujuan kami menyampaikannya sebagai upaya melengkapi informasi tentang tarian nusantara yang ada di Indonesia. Tarian daerah Kalimantan Barat sudah pernah ditulis, lalu tarian daerah Jawa Tengah, tarian daerah Bali dan tarian daerah Maluku. Untuk pulau Sumatera, kami sudah mengulas tarian daerah Sumatera Barat dan tarian daerah Sumatera Selatan. Nah, pada kali ini, izinkan kami mengulas tarian yang berasal dari Sulawesi Barat Mamuju yang tidak kalah pentingnya untuk diketahui bersama. Hal yang akan dibahas terkait dengan sejarah tari, pesan cerita, pola lantai, properti yang dipakai dan sekilas mengenai unsur – unsur tari lainnya. Baiklah, berikut adalalah informasi tarian tradisional daerah Sulawesi Barat 1. Tari Bulu Londong2. Tari Mappande Banua Macceraq Banua3. Tari Patuddu4. Tari Salabose Daeng Poralle5. Tari Bamba Manurung6. Tari Toerang Batu7. Tari Sayyang Pattuqduq8. Tari Ma’BunduSebarkan iniPosting terkait 1. Tari Bulu Londong Tari Londong via kamerabudaya Tari Bulu Londong adalah tarian tradisional yang berasal dari daerah Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat. Tarian ini merupakan tarian yang hanya dibawakan oleh para penari pria dengan berpakaian dan bersenjata layaknya para prajurit pada zaman dahulu yang bercerita tentang perang. Mirip dengan tarian perang lainnya, Tari Bulu Londong ini seperti mengalami kejenuhan. Karena hampir punah eksistensinya. Bahkan bisa dibilang tidak pernah ditampilkan lagi seiring dengan tidak adanya perang seperti dizaman dahulu. Agar tidak punah, Tarian adat Sulbar ini lantas diangkat kembali oleh masyarakat dan juga para budayawan sebagai apresiasi kepada budaya lokal agar tarian tersebut tidak punah. Upaya pelestaria pun dilakukan berbagai pihak. Meskipun tarian ini sudah tidak lagi difungsikan sebagai tarian perang, Tari Bulu Londong kini lebih difungsikan sebagai tarian yang sifatnya pertunjukan dalam berbagai acara seperti penyambutan, perayaan, serta pertunjukan dari seni dan budaya. Dengan begini, fungsi tari ini lebih fleksibel dalam pementasannya. Jika terus dikreasikan, maka akan memberikan dampak yang luar biasa pada kesenian Indonesia yang sekarang terancam punah. 2. Tari Mappande Banua Macceraq Banua via Youtube Tari Mappande Banua termasuk tarian yang asalnya dari daerah Sulawesi Barat. Arti dari dua kata “Mappande Banua” adalah “Mappande” artinya “memberi makan”, dan “Banua” adalah “kampung”. Secara umum, dapat diartikan tarian ini adalah menceritakan memberi makan dikampung atau kampung memberi makan kepada masyarakat. Tari ini dilakukan sebelum ritual pelantikan raja pada zaman dahulu. Yaitu dengan didahului penyembelihan kerbau yang kemudian diambil darah dari daun telinganya guna dipercikkan ke delapan arah mata angin. Baca Pengertian Seni Musik 3. Tari Patuddu Tari Patuddu via Blogger Tari Patuddu juga merupakan tarian yang berasal dari daerah Sulawesi Barat. Tarian ini pada umumnya dibawakan oleh para penari wanita dengan gerakannya yang lemah gemulai. Penari juga akan menggunakan kipas sebagai alat menarinya properti. Konon, tari Patuddu dahulunya ditampilkan untuk menyambut para prajurit saat pulang dari medan perang. Zaman dahulu di daerah Sulawesi Barat pernah terjadi sebuah peperangan antara Kerajaan Balanipa dan Passokorang. Sepulangnya dari peperangan, Kerajaan Balanipa ini mempunyai caranya tersendiri dalam menyambut para pasukan yang pulang dari tempat medan perang tersebut, salah satunya adalah dengan menampilkan Tari Patuddu ini. Tari Patuddu berfungsi sebagai tarian penyambutan atau hiburan, yakni sering ditampilkan untuk acara penyambutan para tamu terhormat maupun tamu dari kenegaraan. Pemaknaan tarian ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur serta kegembiraan atas kedatangan para tamu. Hal ini dapat diemukan penonton dari senyum dan ekspresi dari para penari pada saat menari. Selain itu juga dari gerakannya yang lemah lembut menggambarkan sifat wanita yang suci dan juga penuh kasih. 4. Tari Salabose Daeng Poralle Tari Salabose Daeng Poralle termasuk golongan tarian yang asal daerahnya Sulawesi Barat. Konon, jenis tarian yang diilhami dari Salabose, Daeng Poralle yang merupakan Maraqdia raja pertama yang diangkat untuk memerintah kerajaan Banggae. Pesan yang ingin disampaikan pada tarian ini adalah sesuatu yang melambangkan perjuangan sang raja saat menghadapi perompak laut dari suku Tidung. Sebuah pesan pahlawan yang harus terus dilestarikan. 5. Tari Bamba Manurung Tari Bamba Manurung via Tari Bamba Manurung ialah tarian adat tradisional yang berasal dari daerah Mamuju, yaitu Ibukota dari Provinsi Sulawesi Barat Sulbar. Tarian ini biasanya dilakukan pada acara-acara pesta adat di Mamuju, dihadapan para tokoh adat dan penghulu. Pada pertunjukannya, para penari akan memakai pakaian adat Baju Badu yang merupakan khas provinsi Sulawesi Barat. Selain pakaian adat, penari juga dilengkapi dengan bebagai aksesoris bunga beru-beru atau bunga melati yang menghiasi dibagian kepala. Properti yang digunanakan pada Tari Bamba Manurung adalah dengan membawa kipas seperti halnya pada tarian Patuddu. Baca Pengertian Seni Tari 6. Tari Toerang Batu Tari Toerang via Blogger Tari Toerang Batu adalah tarian tradisional daerah yang berasal dari provinsi Sulawesi Barat. Pada biasanya, tarian ini dilakukan oleh para penari pria sebagai para prajurit, sedangkan para penari wanita hanya sebagai pendukung tari. Masyarakat sepakat bahwa tari Toerang Batu ini merupakan tarian perang yang hampir punah. Atas kesadaran bersama, budaya tari ini mulai dihidupkan kembali oleh masyarakat. Kita berharap jangan sampai tarian tradisional Indonesia punah ditelan masa. Ayo sama – sama kita merawatnya. 7. Tari Sayyang Pattuqduq Tari Sayyang Pattuqduq via Blogger Tari Sayyang Pattuqduq termasuk sebuah kesenian tradisional yang berasal dari Mandar, Sulawesi Barat. Kata Saiyyang’ sendiri artinya kuda’, dan kata Pattuqdud’ artinya penari’. Jika digabungkan dan diartikan sebagai umum, maka artinya kuda yang menari’. Kapan tari ini dipentaskan? Umumnya tarian ini dimainkan pada acara selametan anak yang telah khatam Al Qur’an, anak tersebut kemudian akan menunggang kuda serta diarak keliling kampung. Biasanya kegiatan ini dilaksanakan pada saat peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW, penjemputan tamu kehormatan, dan tarian ini juga berfungsi sarana hiburan. 8. Tari Ma’Bundu Tari Ma’Bundu via Yang terakhir adalah ari Ma’Bundu yang termasuk sebagai tarian yang berasal dari Mamuju Sulawesi Barat, tepatnya di kecamatan Bonehau dan Kecamatan Kalumpang. Sama seperti Tari Patuddu, tarian ini merupakan tarian kreasi baru diangkat dari kisah cerita perang zaman dahulu, yaitu ketika dalam perang tersebut mengadu ketangkasan kekebalan terhadap senjata-senjata tajam dan yang keluar menjadi pemenang akan membawa ulu tau atau penggalan kepala musuh. Biasanya, jumlah para penari ditari Ma’Bundu paling banyak 10 orang. Mereka memakai busana pakaian adat kebesaran yakni BEI yang dihiasi oleh beberapa ukir-ukiran yang terbuat dari kerang kecil. Pada bagian kepala memakai topi dengan tanduk dan juga palo-palo dan bagian tangan memakai gelang potto balussu. Properti yang digunakan biasanya para penari akan membawa peralatan perang yang berupa tombak sebagai aksesoris tarian untuk lebih mendramatisasi. Baca Rumah Adat Sulawesi Tenggara Demikian informasi tentang tarian tradisional daerah Sulawesi Barat ini kami sampaikan. Semoga memberikan manfaat kepada para pembaca yang budiman. Mohon sampaikan kritik atau saran jika ada terjadi kesalahan pada artikel ini. Terima kasih.

gambar tari dari sulawesi